FOLLOW US :        
 
17 April 2017
LIWET, BOGANA, KRAWU: NASI LEZAT KHAS INDONESIA

Nasi itu makanan pokok bangsa Indonesia. Sebagai sumber karbohidrat, nasi selalu ada sebagai menu sarapan, makan siang, dan malam. Beberapa daerah punya sajian nasi khas yang lezat. Wah, Superkids perlu nyobain biar makin kenal kekayaan kuliner Indonesia.

 

Nasi Uduk (Jakarta). Ini sih semua pasti tahu. Nasi uduk termasuk menu sarapan favorit warga Jakarta. Nasinya saja udah terasa enak karena diaron (direbus setengah matang sampai air meresap) pakai santan dan bumbu, sebelum dikukus matang. Aromanya wangi menggoda. Seporsi nasi uduk biasa disajikan bareng emping goreng, tahu goreng, irisan telur dadar, abon, kering tempe, bawang goreng, ayam goreng, ketimun dan sambal kacang. Superkids yang tinggal di luar Jakarta gak perlu khawatir gak bisa nyicipin. Nasi uduk sekarang banyak dijual di berbagai kota di seluruh Indonesia.

 

Nasi Jinggo (Bali). Di Bali, banyak dijual nasi bungkus porsi kecil yang dikenal dengan sebutan nasi jinggo. Isinya sekepal nasi putih, lauk, dan sambal. Lauk yang paling banyak dipakai adalah sambal goreng tempe, serundeng, mie goreng, dan ayam suwir. Nasi Jinggo gampang banget dikenali dari bahan pembungkusnya yang menggunakan daun pisang. Karena porsinya hanya sekepalan tangan, banyak yang nggak kenyang cuma makan satu bungkus.

 

Nasi Tutug Oncom (Tasikmalaya). Orang Sunda bilangnya nasi TO, singkatan dari tutug oncom. Seperti namanya, nasi ini menggunakan bahan oncom, olahan kedelai sejenis tempe. Nasi diaduk dengan tumbukan oncom goreng atau bakar, lalu disajikan hangat-hangat. Lauknya variatif. Warung nasi TO di kawasan Tasikmalaya dan sekitarnya menyiapkan pilihan telur sampai ayam goreng buat pendamping nasi. Saking enaknya, nasi TO pun sekarang punya kemasan instan, yang laris dibeli sebagai oleh-oleh khas Tasikmalaya.

 

Nasi Bogana (Tegal). Kota di pesisir utara Pulau Jawa ini punya nasi bogana yang superenak. Ini adalah nasi rames dengan lauk opor atau kare ayam, dendeng, telur pindang,  serundeng, sambal, oseng tempe dan buncis. Meski banyak dijual di restoran, penampilan nasi bogana gak pernah berubah. Dia selalu disajikan khas dengan bungkusan daun pisang, yang bikin aroma nasinya makin nikmat. Di Jakarta, banyak rumah makan khas Jawa Tengah yang menjual nasi bogana. Bahkan, ada juga beberapa restoran yang menggunakan nama bogana, pertanda nasi ini memang sudah jadi salah satu ikon kuliner kota Tegal.

 

Nasi Krawu (Gresik). Selain semen, Gresik juga terkenal dengan menu andalan nasi krawu. Yang paling khas tentu saja lauknya berupa daging suwir, jeroan, serundeng, dan sambal. Daging suwirnya enak banget karena dimasak empuk dengan olahan kaya bumbu. Jeroan dipotong kecil-kecil dengan sedikit kuah. Nah, serundengnya ini yang top. Nasi krawu dilengkapi dua sampai tiga macam serundeng. Dari yang berwarna kuning, coklat, sampai merah. Serundeng merah itu rasanya pedas, sedangkan kuning dan coklat lebih gurih.

 

Nasi Jamblang (Cirebon). Jamblang adalan nama sebuah desa di sebelah barat kota Cirebon, tempat asal nasi jamblang. Jadi, nama nasi jamblang gak ada hubungannya sama buah jamblang, yang sering dikira sebagai bahan membuat nasi lezat ini. Berbeda dari nasi khas Nusantara lainnya, yang banyak menggunakan daun pisang, nasi jamblang dibungkus dengan daun jati. Porsinya kecil, hanya sekepalan tangan orang besar. Superkids bisa pilih sendiri lauknya karena disajikan secara prasmanan. Menu yang umum tersedia adalah sambal goreng, tahu sayur, paru, semur, perkedel, sate kentang, telur dadar, semur ikan, ikan asin, tahu, dan tempe.

 

Nasi Grombyang (Pemalang). Ini termasuk yang unik karena bukan berwujud nasi bungkus, seperti yang ada di daerah lain. Nasi grombyang memang nasi campur, tapi berkuah. Kuahnya banyak dan terlihat bergoyang-goyang, makanya dinamain nasi grombyang (dalam bahasa Jawa artinya bergoyang). Keunikan lainnya, seporsi nasi grombyang disajikan bersama sate dan irisan daging kerbau, bukan sapi atau ayam. Satu porsi nasi grombyang disajikan dalam mangkuk kecil berkuah panas.

 

Nasi Liwet (Solo). Rasanya mirip nasi uduk Jakarta. Nasi liwet juga dimasak pakai santan, namun dengan sajian lauk berbeda. Satu porsi dilengkapi sayur labu siam, suwiran ayam, dan areh. Hayo, tahu nggak areh itu apa? Areh adalah kuah kental dari santan kelapa dan ampas minyak kelapa (orang Jawa Tengah menyebut blondho). Areh sering Superkids temui dalam sajian gudeg. Nasi liwet banyak dijual ibu-ibu berkain kebaya dan batik di pinggir jalan kota Solo. Selain itu, nasi liwet ada juga di warung lesehan pinggir jalan sampai restoran hotel berbintang.

 

Nasi Gandul (Pati). Gampang banget mengenal nasi gandul lewat penampilannya. Nasi berkuah ini disajikan dengan piring beralas daun pisang. Makannya juga nggak harus pakai sendok. Melainkan juga suru, yaitu daun pisang yang dibentuk mirip-mirip sendok. Satu porsi terdiri dari nasi putih, potongan daging sapi, dan kuah. Kurang kenyang? Superkids bisa nambah lauk dengan memilih aneka menu yang tersedia, mulai tempe goreng, perkedel, telor bacem, empal, dan jeroan. Boleh kok minta tolong penjualnya buat motongin kecil-kecil biar gampang dimakan.

 

Selamat mencoba!

 

HAFIDA INDRAWATI

FOTO: ISTOCK