Pengasuhan

Awas, Anak Anda Diincar Orang
oleh Superkids Indonesia | diposkan pada 06 Pebruari 2013 00:37:00

Ada ancaman berkelanjutan berupa penculikan di dunia, dan anak kita mungkin jadi korbannya.

 

Meski jauh dari kantor, Yoheni Ririhena (Henny) sempat-sempatkan diri mengantar jemput putrinya Shiftaufa Faaiza Althaf (8), murid kelas III SDN 03 Menteng, Jakarta. “Kalau saya bener-bener nggak bisa, minta tolongnya nggak ke sembarang orang. Harus ke orang dekat, misal omanya,” kata Henny.

 

Mengapa demikian? Henny sangat prihatin menyimak berita tentang maraknya kasus penculikan anak. Berdasarkan catatan Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA), ada 121 kasus penculikan pada 2011 dan meningkat jadi 182 pada 2012 di Jabodetabek saja. “Dari 182 kasus, 80 persennya anak tidak kembali,” kata Ketua Komnas PA, Arist Merdeka Sirait.

 

Superparent, penculikan merupakan ancaman nyata di mana pun kita berada di dunia ini. Setiap tahun, puluhan ribu anak-anak hilang akibat penculikan untuk berbagai tujuan (tebusan, pemerasan, kerja, kekuasaan, atau penyanderaan). Tidak mungkin menjamin 100% aman dari penculikan, tapi tips berikut ini dapat kita pertimbangkan.

 

  • Kita harus selalu tahu ke mana anak pergi, bahkan jika meninggalkan rumah bersama orang dewasa yang bisa dipercaya.
  • Jika anak sudah cukup umur untuk ke tempat umum bersama teman-teman, ajari mereka selalu saling mengawasi dalam kelompok dan tak boleh terpisah.
  • Ingatkan anak untuk tidak lengah dan selalu menyadari lingkungan sekitar.
  • Latih anak untuk menghindari orang tak dikenal, bahkan jika tampak ramah atau menawarkan sesuatu.
  • Untuk keamanan internet, jelaskan pada anak bahwa setiap orang adalah asing atau tak dikenal, sekalipun telah menghabiskan waktu berjam-jam chatting online.
  • Latih anak seni bela diri.
  • Jika ada orang asing mencoba meringkus, anak-anak harus berteriak, “Tidak!” atau “Tolong!”
  • Jangan biarkan pintu terbuka; penculik tidak selalu meringkus korban di jalanan, tapi kadang-kadang menyerang langsung di rumah korban.

 

TOM

FOTO: PHOTOS




tahukah kamu?

PENCULIKAN PALSU

Seorang anak lelaki 11-tahun dari Spanyol memalsukan penculikannya sendiri, pada 22 Januari 2013, karena ayah dan ibunya dijadwalkan bertemu gurunya. Dia mengirim SMS kepada ayahnya –seorang petugas kepolisian– mengabarkan ia telah diculik. Maka, pencarian segera dilakukan, berita peringatan dikirimkan, mobil-mobil dicegat di jalan. Setelah beberapa jam, sang ayah baru sadar bahwa kunci apartemen satunya tak ada. Maka, dia langsung pergi ke apartemen keduanya itu dan menemukan anaknya aman-aman saja.

Lihat Komentar Komentar Bagikan Artikel
0
0