FOLLOW US :        
 
15 Mei 2017
FILM SERU YANG DIBUAT DARI BUKU DR SEUSS

Hobi baca? Superkids tentu kenal dong ya sama karya-karya Theodor Seuss Geisel alias Dr Seuss. Penulis sekaligus kartunis asal AS ini mendunia lewat buku cerita anak sejak tahun 1950-an. Meski itu udah lama banget, karya Dr Seuss masih tetap eksis bertahan sampai hari ini. Salah satu yang paling terkenal adalah “The Cat in the Hat”. Nggak cukup puas buat dibaca aja, karya Dr Seuss juga begitu kerennya sampai diangkat ke layar lebar. Berikut ini di antaranya.

 

The Lorax (2012). Film animasi 3D ini diadaptasi dari buku Dr Seuss berjudul sama, “The Lorax”. Pesan utamanya sih tentang mencintai lingkungan. Ceritanya, masyarakat kota Thneedville hidup nyaman dan bahagia. Thneedville adalah sebuah kota buatan yang penuh dengan reprika berbahan plastik. Mulai peralatan, sarana prasarana, bahkan pohon-pohon, semuanya plastik. Rumput asli nggak ada sama sekali. Jadi, warga Thneedville perlu beli udara bersih yang segar. Seorang gadis bernama Audrey pingin banget melihat pohon yang nyata, dibantu temannya bernama Ted. Lorax sendiri adalah makhluk mungil penjaga hutan. Dia menyimpan dendam pada manusia yang menebangi pohon-pohon di hutan, tempat tinggalnya. “The Lorax” disutradarai Chris Renaud dan Kyle Balda. Pengisi suaranya antara lain Zac Efron, Taylor Swift, Danny DeVito dan Betty White. Film ini dirilis oleh Universal Pictures pada 2 Maret 2012, bertepatan dengan peringatan ke-108 Dr Seuss.

 

Horton Hears a Who! (2008). Film berteknologi CGI ini diangkat dari buku Dr Seuss berjudul sama. Ceritanya sangat lucu dan menghibur. Tokoh utamaya si Horton, gajah baik hati, jenaka, dan tulus yang disuarakan Jim Carey. Dia tinggal di hutan Noon bersama sahabatnya yang penakut, Morton (Seth Rogen). Suatu hari, dia gak sengaja dengar ada suara dari titik sebesar debu. Dia yakin, ada makhluk hidup di dalam titik superkecil itu. Horton memindahkannya ke sekuntum bunga biar bisa dibawa kemana-mana. Dia juga sering ngajak bunga itu berbicara. Memang nggak salah, dalam debu itu ada banyak kehidupan. Debu setitik itu adalah Who Ville, tempat tinggal mahluk-mahluk berukuran lebih kecil dari debu, tinggal. Mereka menjalani kehidupan seperti manusia, bahkan punya wali mkota juga. “Horton Hears a Who!” dirilis 20th Century Fox, dan meraup keuntungan USD 297 juta, jauh melampaui biaya pembuatan film yang ‘hanya’ USD 85 juta.

 

The Cat in the Hat (2003). Wah, siapa nggak kenal cerita populer ini? Tentang dua bersaudara Conrad (Spencer Breslin) dan Sally Walden (Dakota Fanning). Sifat mereka benar-benar berbeda. Sally dikenal selalu bertingkah laku baik - setidaknya di depan ibunya. Sebaliknya, Conrad selalu dianggap nakal karena suka melanggar aturan. Mereka tinggal di kota Anville dengan single mom Joan Walden (Kelly Preston), yang sibuk bekerja untuk membiayai kehidupan mereka. Conrad dan Sally merasa hidup mereka sangat membosankan. Lalu muncul Cat (Mike Myers), makhluk tinggi langsing berwajah  kucing, yang memakai topi merah bergaris-garis putih. Ia mengajak Conrad dan Sally bergembira, melakukan keseruan dan kegilaan yang bahkan melebihi imajinasi dua anak ini. “The Cat in the Hat” merupakan film live-action kedua dan terakhir yang dibuat berdasarkan buku Dr Seuss. Audrey Geisel, mantan istri Dr Seuss, nggak mengizinkan lagi ada cerita Dr Seuss yang difilmkan dalam format seperti itu. Universal Pictures pun terpaksa membatalkan rencana membuat sekuelnya.

 

Dr Seuss’ How the Grinch Stole Christmas (2000). Film Natal yang sangat menghibur untuk semua usia. Tentang persiapan menyambut Natal di Kota Whoville, yang terganggu oleh kehadiran Grinch (Jim Carrey). Siapa sih Grinch? Dia makhluk aneh dengan tubuh penuh bulu berwarna biru. Dia sebetulnya tinggal di gunung dekat kota, tapi bakal rutin turun ke Whoville setiap perayaan Natal. Grinch sama sekali nggak suka Natal. Dia datang untuk mengacaukan seluruh kado Natal milik warga. Jelas aja dia dibenci. Warga berusaha mengusir Grinch dari kota mereka. Lalu, ada anak perempuan bernama Cindy Lou yang memergoki aksi Grinch. Dia berlari ketakutan. Tapi Grinch yang kemudian justru menyelamatkannya dari bahaya. Cindy akhirnya tersadar, Grinch nggak semengerikan sangkaan orang. “Dr Seuss’ How the Grinch Stole Christmas” merupakan salah satu film dari buku Dr Seuss yang sangat sukses. Film ini menempati urutan kedua film terlaris sepanjang masa liburan, setelah “Home Alone”. Dua juga menang piala Oscar untuk kategori Best Makeup, dan masuk dua nominasi lain, Best Art Direction dan Best Costume Design.

 

HAFIDA INDRAWATI

FOTO: IMDB